Warkop ‘Pancong’ Mang Dadang/Kumis

Istirahat makan siang kali ini, saya tidak ingin makan yang cukup berat, akhirnya saya memutuskan untuk mencari sebuah warung kopi (warkop), di dekat kantor saya. Kebetulan ada warkop yang cukup melegenda dekat kantor saya. Warkop tersebut sudah ada, & menjadi langganan saya sejak masih SMA. Hingga kini warkop tersebut masih eksis dengan menu esensialnya, yaitu kue Pancong & Es Sucang (es air kacang ijo dengan susu kental manis), Warkop tersebut bernama Warkop ‘Pancong Mang Kumis & H Dadang).

Screen Shot 2019-02-06 at 14.04.00
Dokumentasi Sumber : Google Putra Meong Dec 2018

Berbeda dengan menu warung kopi pada umumnya, yang biasanya menu warkop pada umumnya adalah mie instan, telor 1/2 matang/, roti bakan, & bubur kacang ijo, Warkop Mang Dadang (saya biasa menyebutnya), menyajikan menu kue pancong. Kue pancong yang dijualnya bukan seperti kue pancong dengan adonan kelapa (kue bandros), dan juga bukan seperti pancong kecil (kue cubit), melainkan gabungan bentuk dari kedua kue tersebut. Bentuk fisiknya memanjang seperti kue bandros, namun adonannya menggunakan adonan kue cubit, berupa tepung, telor, & gula, makanya rasa dari kue pancong Mang Dadang ini, cukup manis.

00100dPORTRAIT_00100_BURST20190206111750392_COVER.jpg
Dokumentasi pribadi ‘Every Weekend’ : Proses masak kue pancong

Rasa yang ditawarkan cukup bervarisasi, mulai dari yang original (polos), hingga yang memiliki toping (cokelat, keju, cokelat keju, dll). Namun jangan berharap rasa green tea, taro, dll ya seperti di warung kue pancong hits yang ada sekarang, karena rasa di pancong Mang Dadang ini, bisa dibilang basic/essential,  dia mempertahankan rasa original, yang terbukti tidak “musiman”sehingga bisa eksis hingga kini. Tingkat kematangannya pun juga bisa di request, dari yang matang, atau setengah matang, biasanya saya memesan yang setengah matang, karena lebih soft, dengan lelehan hangat adonanya.Harga yang ditawarkan juga cukup murah, berkisar dari Rp. 3.000-Rp 10.000.

00100dPORTRAIT_00100_BURST20190206111913026_COVER
Dokumentasi pribadi ‘Every Weekend’ : Kue Pancong 1/2 Matang Toping Cokelat
00100dPORTRAIT_00100_BURST20190206111929641_COVER
Dokumentasi pribadi ‘Every Weekend’ : Kue Pancong 1/2 Matang Toping Cokelat

Selain kue pancong, adalagi nih satu menu favorit pengunjung yang datang kesini, yaitu Es sucang. Es sucang, pada dasarnya air rebusan kacang ijo, dikasih es, & susu kental manis, rasanya ya pastinya manis, dan sedikit ada tekstur kacang ijo yang ‘ngikut’ ketuang (tapi tidak banyak). Perpaduan antara kue pancong & es sucang ini memang terasa terlalu manis, bagi kalian yang memiliki riwayat diabetes, dan bukan pencinta manis kalian tidak akan suka, tetapi bagi saya, walau jujur saya juga bukan penikmat makanan manis, entah kenapa kedua menu ini yang selalu saya pesan.

00000PORTRAIT_00000_BURST20190206112017065
Dokumentasi pribadi ‘Every Weekend’ : Es Sucang

Bagi kalian yang tidak terlalu suka kue pancong dan es sucang, disini juga menjual menu klasik warkop yang saya sebutkan diatas ‘tadi’, jadi banyak opsilah. Secara tempat, kedai yang sekarang cukup lebih besar, dibanding kedai yang lama, karena memang lokasinya sudah bergeser pindah kebelakang, tapi walau sudah cukup besar, dihari & jam tertentu warkop ini tetap ramai pengunjung, dan sulit dapat tempat duduk, apalagi sekarang jamannya media sosial, semakin luas orang tau tentang warkop ini.

Warkop ini bisa saya rekomendasikan untuk kalian, yang mencari opsi lain menu warkop, atau sebatas ingin tau sejarah dibalik kue pancong hits masa kini.

Lokasi

Jl. Keramat Jaya 2 No.13,

Beji,

Kota Depok, Jawa Barat 16421

Buka 24 Jam

Google Map

Sate Apjay Sang Legenda Kuliner Jaksel

Banyak KW-nya, banyak yang memakai nama besarnya. Sate Apjay (Apotek Jaya), berdiri sejak akhir tahun 90an dan konsisten hingga sekarang. Letaknya juga juga tidak pindah, tetap di Jl Panglima Polim Raya, depan Apotek Jaya, yang kini sudah menjadi Apotek Century.

Dokumentasi pribadi : proses bakar sate

Memang banyak pilihan tempat kuliner sate & soto madura di Jakarta, namun Sate Apjay ini memiliki sebuah kenangan tersendiri bagi beberapa orang, yang berdomisili di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, termasuk saya. Saya bersekolah di SD Muhammadiyah 5 Keboyan Baru angkatan 96 (tahun masuk), setiap harinya saya diantar dan dijemput oleh kakek saya, & hampir setiap pulang sekolah kakek saya sering mengajak saya untuk makan siang di Sate Apjay. Hingga kini Sate Apjay menjadi tempat yang cukup nostalic bagi saya.

Dokumentasi pribadi : warung sate

Selepas dari sisi yang nostalgic, Sate Apjay memiliki karakteristik ‘soto ayam’ yang cukup ketara bedanya dibanding soto ayam madura pada umumnya. Walau saya tidak tau apa bumbu utama dari kuah soto tersebut, namun yang bisa saya gambarkan dari rasa kuah sotonya adalah kuahnya yang ringan, bening namun kaya akan rempah didalamnya, bukan seperti soto ayam yang kuning dan ketara rasa kunyitnya. Jujur kalau untuk sate ayamnya memang menurut saya, yaa seperti sate ayam pada umumnya, masih banyak sih sate ayam yang lain dan memiliki rasa yang jauh lebih enak, dan juga memiliki potongan daging yang sama besarnya, makanya untuk menu sate ayamnya tidak saya terlalu garis besarkan. Menu “jagoan” dari Sate Apjay ini ya sotonya, jika kalian sulit mencerna gambaran rasanya dari tulisan saya, coba sempatkan datang untuk mencobanya.

Dokumentasi pribadi : soto ayam
Dokumentasi pribadi : sate ayam & sate telor

Untuk harga, mohon maaf saya lupa untuk menanyakan berapa harga perporsinya, soalnya saya langsung menyebutkan apa saja yang saya pesan dan ‘abangnya’ langsung menghitung totalan harganya.

Untuk menu yang saya pesan tadi
1. Soto ayam pisah 4 porsi
2. Sate ayam daging 15 tusuk
3. Sate ayam telor kulit 5 tusuk
4. Air mineral 2 botol 600ml
5. Teh panas manis 2 gelas
6. Kerupuk putih kaleng 2 pcs
Totalan harganya semua Rp. 170.000

Ya cukup relatif murahlah, dengan rasa yang enak, dan porsi yang mengenyangkan untuk perut 4 orang, rekomended deh pokoknya.

Untuk pengunjung, yang ingin memesan menu selain sate, juga ada beberapa pilihan makanan ringan yang bisa dipesan disini, ada dimsum. Cukup enak dimsumnya, harganya juga relatif murah, seporsi dimsum isi 5pcs, harganya Rp. 17.000,- , lalu juga ada jajanan kue pasar, seperi kue cubit, & kue ape’, untuk harganya saya tidak beli tadi, jadi saya tidak bisa menginfokan berapa harganya.

Untuk lokasi, tempatnya cukup luas, semi outdoor, tidak ada pendingin/kipas angin, jadi kalau makan di siang hari dalam kondisi ramai cukup panas sih, tapi okelah.

Jadi gimana?…Apakah Sate Apjay cocok menjadi pilihan tempat wisata kuliner akhir pekan kalian?, Tidak ada salahnya kalian mencoba, dan bagi yang sudah pernah mencoba, atau bahkan sudah menjadi langganan Sate Apjay sejak akhir 90an seperti saya boleh kita sharing bareng, dikolom komen.

Oke deh..
Sampai ketemu di wisata kuliner akhir pekan selanjutnya..
Tetap sehat, tetap menjadi sobat kuliner akhir pekan

Happy Weekend
HS

Sate Apjay
Jl. Panglima Polim Raya No.9, RT.4/RW.6, Pulo, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160
0815-8591-9919

google maps

Sarapan Mie Ayam 99 (Gerobak Kuning)

Mie Ayam gerobak kuning, emang kalo gerobak biru kenapa?, Enakan mie ayam tuh yang pake gerobak kuning…

Apa iya??

Hahaha sering gue denger jokes tentang mie ayam gerobak kuning vs gerobak biru, tapi kali ini gue gak akan bahas mie ayam gerobak kuning vs biru, tapi gue mau bahas mie ayam 99, salah satu mie ayam favorit gue di Jakarta. Sebenernya sebelum saya tulis ini menjadi sebuah blog, saya sudah sering makan di mie ayam ini, tepatnya di Mie Ayam 99, lokasinya di Jl Durian Raya, Jakarta Selatan, kalau kita dari arah Paso/Ragunan, ketemu pertigaan, belok kiri, lalu lurus terus, awas jangan kelewatan posisinya ada disebelah kiri jalan, sebelum Sekolah Jakarta Montesori. 

Lokasinya cukup besar untuk sebuah warung mie ayam, cukup bersih juga & nyaman, dibawah rindangnya pohon, membuat suasananya menjadi pas untuk makan semangkuk mie ayam hangat.

whatsappimage2019-02-01at14.22.06
Dokumentasi Pribadi : Si Gerobak Kuning

Mie Ayam ini menjadi favorit gue, hampir setiap pagi menuju kekantor, setelah anter anak gue sekolah, gue sempetin makan di mie ayam Ini. Sebenarnya ini adalah mie ayam kampung biasa, namun yang menjadikan mie ayam ini, menjadi mie ayam favorit gue, yaitu terletak dari mie-nya itu sendiri, si Ibu penjual mie ini mengatakan bahwa mienya dibuat sendiri, kalau pagi terlihat Bapak, yang tidak lain suami si Ibu ini sedang memporsikan mie yang baru jadi, dan membuatnya seperti bola.

Terdapat 2 menu andalan gue di mie ayam ini, klasik sih, yaitu yamin, & mie ayam biasa, berpadu dengan pangsit yang juga buatan sendiri, serta bakso (opsional), menjadi pelengkap porsi mie ayam ini.

whatsappimage2019-02-01at14.24.22
Dokumentasi Pribadi : Mie Yamin
whatsappimage2019-02-01at14.26.5428129
Dokumentasi Pribadi : Mie Ayam

Barusan gue dan temen kantor gue, menyempatkan diri kesana, dan kita juga membuat video vlognya yang akan kita tayangkan di youtube chanel kita, jangan lupa tonton ya.., linknya ada di Bio kita, disitu kalian bisa liat secara audio visual impresi kita makan mie itu.

Mie-nya yang lembut, lalu ditaburi sayur sawi, daun bawang, dan ayam cincang, yang disiram dengan kuah kentalnya yang manis ‘huaaa’. Belum selesai sampai disitu, ditumpukan paling bawah mie dan ayam yang cukup padat itu, terdapat harta karun tersembunyi, yaitu pangsit rebusnya yang hangat tertutup oleh mie dan rasanya yang lembut, ‘hmmm heaven gak sih?’. 

Makan mie ayam kayanya gak lengkap kalau gak ditemani dengan camilan. Disana juga ada beberapa jenis camilan kecil, seperti rempeyek, kripik makaroni, dan pangsit goreng yang sudah dibumbui, dan rasanya sedikit asin, yang dapat kita “cemplungin” atau “dicocol” dikuah mie ayam kita, wah “kelar sih”, kebayang gak tuh gimana?.

Harga yang ditawarkan untuk seporsi mie ayam/yamin lengkap dengan pangsit rebus (tanpa bakso), yaitu cuma Rp 10.000,-, murah banget kan??. Porsinya cukup besar, bahkan teman saya tadi tidak kuat menghabiskannya, gak heran banyak banget kalau pagi-pagi, para pekerja seperti supir taksi, supir ojol, dan pegawai seperti saya menyempatkan diri untuk makan disana, karena murah dan bisa kenyang hingga siang jam 3anlah hahahaha, lumayan kan buat hemat uang makan siang.

Pokokya mie ayam ini sangat saya rekomendasikan bagi kalian pencari makanan streetfood yang enak, dengan harga murah & porsi yang besar, apalagi dimakan di udara pagi yang masih dingin, wahhh parah sih, kebayangkan kanenya (enaknya) gimana.

Nah buat kalian yang memiliki hobi kuliner, yuk kita sharing kuliner bareng, ikutin terus Blog, IG, & Chanel Youtube kita. Selamat berakhir pekan.

Salam : HS 

Lokasinya :

Mie Ayam 99,

Jl Durian Raya. RT.6/RW.4,

Jagakarsa,

South Jakarta City, Jakarta 12620

Google Maps

Create your website at WordPress.com
Get started